Tampilkan postingan dengan label Akhlak dan Nasehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akhlak dan Nasehat. Tampilkan semua postingan

27 Oktober, 2011

Manfaat Menahan Mata

Oleh : Al-Ustadzah Ummu Ishaq Zulfa Husen Al-Atsariyyah


Mata dan qalbu senantiasa berhubungan. Jika salah satunya baik, maka akan baik pula yang lainnya. Maka menjaga mata merupakan sesuatu yang mesti kita lakukan agar qalbu merasakan banyak manfaat darinya.

Saudariku muslimah… semoga Allah subhanahu wa ta'ala memberkahimu.

Dalam edisi yang lalu, kita telah mengetahui aturan syariat dalam masalah menahan pandangan mata. Berikut ini untuk menambah semangat dalam mengamalkan aturan syariat tersebut, kita nukilkan -secara ringkas- uraian yang diberikan oleh Al-Imam Al-Allamah Al-Hafizh Syamsuddin Abu Abdillah Muhammad bin Asy-Syaikh Taqiyuddin Abu Bakr, yang lebih dikenal dengan Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah t, tentang manfaat menahan pandangan mata dalam kitabnya yang sangat bernilai Ad-Da`u wad Dawa`atau Al-Jawabul Kafi liman Sa`ala ‘anid Dawa`isy Syafi.

30 September, 2010

Rahasia Kecantikan


Mengapa Allah tidak menciptakan seluruh wanita itu cantik semuanya ?
Bukankah Allah mampu berbuat seperti itu ? Benar..

Mari kita renungkan..
Saudariku, hendaknya kita ingat bahwa ini adalah di dunia, bukan di akhirat yang serba sempurna.. 
Ini adalah tempat seluruh manusia dan jin diuji, dan bukan tempat kita untuk bersenang-senang atau menikmati segala sesuatu.

Saudariku,
Banyak di antara kita yang terlena dan merasa bangga karena memiliki wajah yang tampan atau cantik, bodi yang aduhai serta kulit yang mulus. 
Dan merasa kelebihan-kelebihan itu, seolah olah miliknya sendiri, serta bersikap bangga di hadapan sesamanya.

20 September, 2010

Pakaian Ketat dari Sisi Ilmu Kesehatan

۞ Tutup KERAN BUMI yang mengalirkan dosa !۞

Pakaian Ketat dalam Syariat Islam Jelas Hukumnya Haram. Nah,kalo dalam pandangan medis pakaian ketat itu justru dapat menimbulkan beberapa penyakit.Mau tau lebih lanjut ? Simak dan hayati penjelasan dibawah ini :

PARASTHESIA
Dr.Malvinder Parmar dari Timmins dan District Hospital Ontaria,Kanada,menyatakan celana ketat sepinggul berpeluang menimbulkan penyakit Parasthesia. Istilah Parasthesia sendiri,menurut kamus kedokteran Dorland berarti perasaan sakit atau abnormal seperti kesemutan,rasa panas seperti terbakar dan sejenisnya.

Dalam tulisannya di Canadian Medical Associational Journal,Parmar mengaku setahun terakhir ini kedatangan cukup banyak pasien yang bisa dikategorikan sebagai korban Parasthesia.Dia sudah mengobati sedikitnya 3 wanita berusia 22 – 35 tahun yang mengeluhkan rasa panas dan gatal di sekitar paha.Gangguan saraf ringan itu terjadi lantaran mereka suka sekali memakai celana ketat sebatas pinggul,setidaknya dalam 6 bulan terakhir.

18 September, 2010

Nasihat Syaikh Rabi' bagi Pengelola Situs Internet


Penulis: Asy-Syaikh Al Allamah Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali
بسم الله الرحمن الرحيم

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, shalawat serta salam bagi Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam, keluarga, para sahabatnya dan mereka yang mengikuti petunjuk Beliau.

Amma ba’du
Sesungguhnya dengan sebab perkara yang menimpa Islam dan kaum muslimin berupa kejadian-kejadian yang suram, kehinaan dan keterpurukan di hadapan musuh-musuh Islam. Nasib kaum muslimin di depan musuh-musuhnya bagaikan santapan -di nampan - di hadapan para pemangsanya. Maka kami menyeru kepada para ulama kaum muslimin dan lembaga-lembaga ilmiah di tiap-tiap daerah yang ada di penjuru dunia, juga pemerintah kaum muslimin agar semuanya bertaqwa kepada Allah tentang kondisi ummat dewasa ini.
Hendaklah mereka mengetahui betapa ummat ini terancam mara bahaya, bahkan tertimpa bencana dan malapetaka.

17 September, 2010

Saudaraku … Seharusnya Sabar Itu Di Awal Musibah

Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in.

Perlu diketahui, bahwa sabar yang menjadikan seseorang mendapatkan ganjaran pahala adalah sabar ketika di awal musibah dan inilah yang dinamakan sabar sebenarnya. Adapun sabar sesudahnya adalah cuma sekedar hiburan. Adapun jika seseorang menghadapi musibah, langsung dengan amarah dan tidak ridho pada takdir Allah, namun setelah itu dia menahan diri dan bersabar karena mungkin mendapatkan nasehat atau yang lainnya, maka ini bukanlah sabar yang sebenarnya. Kita dapat melihat hal ini dalam kisah seorang wanita bersama Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Maksiat Menggelapkan Hati

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Setiap hari tidak bosan-bosannya kita melakukan maksiat. Aurat terus diumbar, tanpa pernah sadar untuk mengenakan jilbab dan menutup aurat yang sempurna. Shalat 5 waktu yang sudah diketahui wajibnya seringkali ditinggalkan tanpa pernah ada rasa bersalah. Padahal meninggalkannya termasuk dosa besar yang lebih besar dari dosa zina. Saudara muslim jadi incaran untuk dijadikan bahan gunjingan (alias “ghibah”). Padahal sebagaimana daging saudaranya haram dimakan, begitu pula dengan kehormatannya, haram untuk dijelek-jelekkan di saat ia tidak mengetahuinya. Gambar porno jadi bahan tontonan setiap kali browsing di dunia maya. Tidak hanya itu, yang lebih parah, kita selalu jadi budak dunia, sehingga ramalan primbon tidak bisa dilepas, ngalap berkah di kubur-kubur wali atau habib jadi rutinitas, dan jimat pun sebagai penglaris dan pemikat untuk mudah dapatkan dunia. Hati ini pun tak pernah kunjung sadar.

16 September, 2010

Sepenggal Catatan Perjalanan Dari Madinah Hingga Ke Radio Rodja

.: Mendulang Pelajaran Akhlak Dari Syaikh Abdurrozzaq Al-Badr Hafizhahulloh :.


Oleh : Abu Abdil Muhsin Firanda


PROLOG
Semangat beribadah terkadang memudar, semangat menuntut ilmu terkadang menyurut. Padahal, dalil akan keutamaan menuntut ilmu telah banyak dihafalkan. Demikianlah, jiwa terkadang dijangkiti rasa malas dan diserang rasa bosan. 

Sungguh, betapa banyak orang yang akhirnya kembali bersemangat, bahkan lebih bersemangat dari sebelumnya dan terdorong untuk mencapai derajat yang tinggi disebabkan sejarah yang dibacanya, dikarenakan cerita yang didengarnya. Terlebih lagi jika itu adalah cerita teladan yang didengarnya. Terlebih lagi jika itu adalah cerita teladan yang didengarnya atau dibacanya dari orang yang hidup di zamannya.

Terkadang, jiwa tatkala diceritakan sejarah para sahabat atau para salafush shalih maka jiwa tersebut akan berbisik seraya mengeluh, “Itukan cerita orang-orang dulu ? Masanya kan berbeda ? Kita sekarang berada di zaman penuh fitnah, zaman dimana kita sangat membutuhkan materi dan tentunya tidak bisa disamakan dengan zaman salafush shalih”.

Taubat, Sebuah Nasihat untuk Semua

Oleh : Syaikh Hamud At Tuwaijiry

Iman seorang muslim terkadang melemah sehingga terkadang ia dikuasai hawa nafsunya, syetan merayunya untuk berbuat maksiat maka ia berbuat dzalim terhadap dirinya sendiri, menjerumuskan dirinya pada sesuatu yang diharamkan Allah. Allah Maha Pengasih terhadap hamba-hamba-Nya dan rahmat Allah amat luas mencakup segala sesuatu, maka barangsiapa yang bertaubat setelah melakukan kedzalimanm maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya dan mengampuninya sebagaimana firman-Nya ”Maka barangsiapa bertaubat (diantara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Al Maidah : 39)

14 September, 2010

Sibuk Memikirkan Aib Sendiri

Segala puji bagi Allah, Rabb yang telah menunjuki jalan pada bersihnya hati. Sungguh beruntung orang yang mau mensucikan hatinya. Sungguh merugi orang yang mengotori hatinya. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Mengapa diri ini selalu menyibukkan diri dengan membicarakan aib orang lain, sedangkan ‘aib besar yang ada di depan mata tidak diperhatikan. Akhirnya diri ini pun sibuk menggunjing, membicarakan ‘aib saudaranya padahal ia tidak suka dibicarakan. Jika dibanding-bandingkan diri kita dan orang yang digunjing, boleh jadi dia lebih mulia di sisi Allah.

13 September, 2010

CERMINAN DIRI ANDA


Oleh: Ustadz Abu Ahmad Said Yai, Lc. 


Sangat mudah mengetahui seperti apa cerminan diri Anda. Cukup dengan melihat bersama siapa saja Anda sering bergaul, seperti itulah cerminan diri Anda. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
(الْمُؤْمِنُ مِرْآةُ (أخيه) الْمُؤْمِنِ)
Artinya : “Seorang mukmin cerminan dari saudaranya yang mukmin.”[1]

04 September, 2010

Gelisah Karena BBM Naik

Penulis : Al Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron


Naiknya harga bahan bakar minyak –bensin, solar, dan minyak tanah- menimbulkan keresahan bagi semua lapisan masyarakat terutama saudara kita yang berpenghasilan kecil. Mereka mengeluh dan bingung mengatur perekonomian rumah tangganya. Naiknya harga bahan bakar jelas mempengaruhi harga kebutuhan pokok.
Menyikapi peristiwa ini, sebagian orang tidak dapat menahan emosi dan kemarahannya. Diantara mereka ada yang mengadakan demonstrasi, perusakann, ataupun kritik terhadap pemerintah. Tindakan-tindakan ini tidaklah menyelesaikan perkara. Bahkan, boleh jadi memperumit dan menambah masalah.

01 September, 2010

Televisi Dalam Sorotan

Penulis: Al Ustadz Ibnu ‘Ali (Pengajar Al Irsyad Tengaran)

Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita yang mulia, Muhammad bin Abdillah, keluarga dan para sahabatnya.

Sesungguhnya seorang mu’min mengetahui bahwa dirinya akan berdiri di hadapan Allah dan akan dimintai pertanggungjawaban atas amalan-amalan yang diperbuat oleh pendengaran, penglihatan dan hatinya.
Allah berfirman,
إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا
“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. Al-Isra’: 36)

31 Agustus, 2010

Obat Penyakit Riya

Oleh : Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas 

Bila diketahui bahwa riya' itu dapat menggugurkan pahala amal sekaligus merusaknya dan mendatangkan kemurkaan Allah, maka harus ada usaha yang serius untuk mengenyahkannya. Mengobati penyakit riya' terdiri dari ilmu dan amal. Rasanya memang pahit, tetapi hasilnya lebih manis daripada madu. Obat tersebut adalah : 

a. Mengetahui Macam-Macam Tauhid Yang Mengandung Kebesaran Allah Ta'ala (Tauhid Rububiyyah, Uluhiyyah Dan Asma' Wa Shifat).[2]

16 Agustus, 2010

Transkrip Tanya Jawab Syaikh Albani : Lemah Lembut (2/3)

PERMINTAAN KEPADA SYAIKH AGAR MENASIHATI MEREKA UNTUK MENETAPI SIKAP LEMAH LEMBUT DALAM DAKWAH ILALLAH


Penanya: Wahai Syaikh, banyak di antara kalangan Salafiyun yang menggunakan sikap keras dan tidak menggunakan sikap lembut. Mereka menggunakan sikap keras tidak pada tempatnya. Dan mereka tidak menggunakan sikap lembut pada tempatnya. Jumlah mereka tidaklah sedikit. Kami katakan semua kelompok melakukan seperti ini, akan tetapi mereka tidaklah sedikit. Dalam pertanyaanku ini aku tidak ingin menyamakan Salafiyun dengan kelompok-kelompok lain. Tidak penting bagiku urusan kelompok yang lain. Yang penting bagiku adalah urusannya Salafiyun.

Nasihat Syaikh Rabi' Pada Pertemuan Salafiyin di Qatar

بسم الله الرحمن الرحيم
Setelah hamdalah dan shalawat serta salam kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, beliau berkata:
Pada pertemuan ini saya ingin berbicara bersama saudara-saudaraku dan orang-orang yang aku cintai karena Allah seputar perkara-perkara yang bermanfaat bagiku –insyaAllah- dan bermanfaat bagi mereka (juga) di kehidupan dunia ini dan (kehidupan) akhirat (kelak)

13 Agustus, 2010

Realitas Kaum Multazim

Oleh : Syaikh Muhammad Husain Ya’qub

Krisis kita banyak sekali, yang terparah adalah solusi krisi itu dekat sekali, tapi tak bisa kita raih, bak tikus mati kelaparan di lumbung penuh gabah.

Saudaraku di jalan Allah, multazim adalah orang yang beriltizam, ber-azzam dgn kuat, orang yang telah insaf dan bertobat dari masa lalunya yang gelap, lalu bertekad untuk menjalankan Islam secara murni dan konsekuen.