Tampilkan postingan dengan label Resensi Kitab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resensi Kitab. Tampilkan semua postingan

19 September, 2010

Apa Itu Kyai ? Julukan Kyai untuk Ulama Perlu Dihapus

Oleh : Ustadz Hartono Ahmad Jaiz
Julukan atau sebutan Kyai atau Kiai atau Kiyahi ( كياهي  ) sering menjadi pertanyaan orang. Apa sebenarnya makna Kyai itu. Dari mana asal muasal nama Kiyai itu. Dan apa sebenarnya ciri-ciri serta hal-hal yang harus dilakukan oleh para Kyai.

Pertanyaan itu lebih mencuat lagi ketika orang-orang yang disebut Kyai atau para Kyai ada yang dinilai berbuat yang di luar jalur kebiasaan, misalnya ada yang  patut diduga sebagai provokator, ada yang jadi pengipas-ngipas suasana dengan memanasi anak buah untuk melawan terhadap lawan-lawan politik, ada yang memanas-manasi untuk mendukung Presiden Gus Dur / Abdurrahman Wahid karena presidennya dari golongan sang Kyai itu, yaitu Nahdlatul Ulama dengan partainya PKB (Partai Kebangkitan Bangsa). Tidak jarang pula ada Kyai yang suka kumpul-kumpul sesamanya, hingga disebut Kyai khos (khusus) yang kaitannya erat dengan soal dukung mendukung terhadap kursi presiden yang sedang diduduki oleh golongannya.

Tetapi di balik itu ada Kyai dogdeng (kebal) yang suka sesumbar bahwa wadyabalanya rata-rata jadug (sakti, tidak mempan senjata tajam). Ada juga Kiyai yang dari zaman Orde Baru pimpinan Presiden Soehartosukanya mendekat-dekat dengan penguasa, bahkan pernah bersama-sama puluhan Kyai dipimpin Nur Iskandar SQ menghadiahi emas beberapa kilogram kepada Presiden Soeharto dengan dalih untuk mengatasi krisis ekonomi/ moneter. Setelah para Kyai itu sowan (hadir dengan penuh ketundukan) ke tempat Presiden Soeharto, justru tak lama kemudian sang Presiden dipaksa turun dengan didemonstrasi oleh puluhan ribu mahasiswa selama dua minggu, hingga ia menyatakan turun dari kursi kepresidenan 1998.

16 September, 2010

Sepenggal Catatan Perjalanan Dari Madinah Hingga Ke Radio Rodja

.: Mendulang Pelajaran Akhlak Dari Syaikh Abdurrozzaq Al-Badr Hafizhahulloh :.


Oleh : Abu Abdil Muhsin Firanda


PROLOG
Semangat beribadah terkadang memudar, semangat menuntut ilmu terkadang menyurut. Padahal, dalil akan keutamaan menuntut ilmu telah banyak dihafalkan. Demikianlah, jiwa terkadang dijangkiti rasa malas dan diserang rasa bosan. 

Sungguh, betapa banyak orang yang akhirnya kembali bersemangat, bahkan lebih bersemangat dari sebelumnya dan terdorong untuk mencapai derajat yang tinggi disebabkan sejarah yang dibacanya, dikarenakan cerita yang didengarnya. Terlebih lagi jika itu adalah cerita teladan yang didengarnya. Terlebih lagi jika itu adalah cerita teladan yang didengarnya atau dibacanya dari orang yang hidup di zamannya.

Terkadang, jiwa tatkala diceritakan sejarah para sahabat atau para salafush shalih maka jiwa tersebut akan berbisik seraya mengeluh, “Itukan cerita orang-orang dulu ? Masanya kan berbeda ? Kita sekarang berada di zaman penuh fitnah, zaman dimana kita sangat membutuhkan materi dan tentunya tidak bisa disamakan dengan zaman salafush shalih”.

Albani Dihujat


Tulisan ini dirangkum dari buku ‘Syaikh Al Albani Dihujat’ karya Ustadz Abu Ubaidah hafizhahullah sebagai rasa kecintaanku terhadap salah seorang Imam ahlus sunnah yaitu Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albani rahimahullah, sang pengibar bendera tauhid dan sunnah, yang mana dakwah beliau selalu dipenuhi dengan cobaan dan rintangan dalam rangka mengembalikan manusia hanya menyembah kepada Allah Ta’ala semata serta dalam rangka menegakkan sunnah Nabi ShallallaHu ‘alayHi wa sallam, dan alhamdulillah dakwah beliau yang mubarakah tersebut telah banyak memberikan manfaat kepada kaum muslimin dan manusia.



Uhibbush shaalihiina wa lastu minHum
La’allallaHa yarzuqnii shalaahaa”

Saya mencintai orang-orang shalih sekalipun belum bisa seperti mereka
Semoga Allah Ta’ala lekas memberiku anugerah keshalihan”

04 September, 2010

Jilbab Kok Gitu? Koreksi Jilbab Indonesia

Judul : Jilbab Kok Gitu? Koreksi Jilbab Indonesia
Penulis : Andi Muhammad Arief
Penerbit : Maktabah Ta'awuniyah
Cetakan : Pertama, Sya'ban 1429 H/2008 M
Halaman : 63

Allah Jalla wa 'Ala berfirman yang artinya:
"Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri istrimu, anak anak perempuanmu dan istri istri orang mukmin, 'Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.' Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Ahzaab: 59).

25 Agustus, 2010

"KEGAGALAN DALAM MEMBEDAKAN : Wahabi-Salafy, Osama Bin Laden, Sufi-Thaliban dan Pengikut Sayyid Qutb"

Penulis : Haneef James Oliver

Pada tanggal 30 September 2001, seorang analis Timur Tengah dari kantor berita BBC, Roger Hardy, menulis satu artikel yang berjudul “Di Dalam Islam ‘Wahhabi’.” Hardy sendiri menulis bahwa istilah “Wahhabi” seringkali disalahgunakan untuk tujuan menghina. “Istilah ‘Wahhabi’ seringkali digunakan secara bebas. Media Rusia, sebagai contoh, menggunakan istilah tersebut untuk mencela aktivis Islam di Asia Tengah dan Kaukasus sebagaimana mereka mencela muslim di negara mereka, namun media Barat menggunakan istilah yang samar dan bersifat menghina, yaitu ‘Islam Fundamental’.

24 Agustus, 2010

Studi Kritis Buku ESQ

Oleh Ustadz Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah


Telah sampai kepada kami sebuah buku yang berjudul ESQ Kecerdasan Emosi dan Spiritual yang ditulis oleh Ary Ginanjar Agustian.


Buku ini dikatakan oleh penulis di dalam kata pengantarnya akan membahas bagaimana cara membangun suatu prinsip hidup dan karakter, berdasarkan Rukun Iman dan Rukun Islam, sehingga akan diharapkan akan tercipta suatu kecerdasan emosi dan spiritual sekaligus langkah pelatihan yang sistematis dan jelas.
Akan tetapi, setelah kami telaah buku ini, ternyata di dalamnya terdapat

03 Agustus, 2010

Kekhusyu'an Dalam Shalat

Penulis : Husain bin 'Audah Al Awayisyah

Shalat bukanlah sebuah ritual yang hanya di tujukan untuk kehidupan akhirat seorang muslim. Tetapi dia juga sebuah ibadah yang sangat erat hubungannya dengan kehidupan dunia muslim itu sendiri. Shalat dapat mencegah pelakunya dari perbuatan keji dan munkar , bahkan sangat berpengaruh terhadap prilakunya. Shalat adalah cermin bagi perbuatan seorang hamba. Baik buruk amal seseorang sangat bergantung dari shalatnya. Di samping itu , pengaruh shalat sangat berpengaruh terhadap kejujurannya dalam bermuamalah, melaksanakan amanah, berbuat baik kepada tetangga, akhlak , mementingkan orang lain , dan tidak menyakitinya. Pada akhirnya akan terwujudlah sebuah kebahagiaaan dan keselarasan di dalam sebuah rumah dan keluarga , dijalan dan masyarakat , bahkan di dalam ummat ini secara umum.