Tampilkan postingan dengan label Kelompok Sempalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kelompok Sempalan. Tampilkan semua postingan

25 September, 2010

Haruskah Kau Mencela Saudariku di Saudi ?

السلام عليكم
(Kritikan Tajam untuk  Jaringan Islam Liberal) 
disusun oleh : Abu Ubaidah Yusuf bin Mokhtar As-Sidawi

Telah sampai khabar kepada kami bahwa ada perdebatan seru antara JIL dengan Ahli Sunnah wal Jama’ah. Mendengarnya, kamipun tertarik untuk mengetahuinya. Alhamdulillah, keinginan untuk mendapatkan VCD perdebatan tersebut terwujud.
Seperti orang yang disambar petir, rasanya jantung ini hampir copot dan telingapun terasa gatal mendengarkan ucapan-ucapan kotor dari para propagandis JIL. Betapa derasnya ilmu filsafat dan tasawwuf yang menyesatkan terlontar, kontradiksi ucapan, pelecehan, celaan, kebohongan, ketimpangan pemikiran dan lain sebagainya. Sungguh betul-betul dibutuhkan kesabaran yang sangat luar biasa untuk menyimaknya!.

25 Agustus, 2010

"KEGAGALAN DALAM MEMBEDAKAN : Wahabi-Salafy, Osama Bin Laden, Sufi-Thaliban dan Pengikut Sayyid Qutb"

Penulis : Haneef James Oliver

Pada tanggal 30 September 2001, seorang analis Timur Tengah dari kantor berita BBC, Roger Hardy, menulis satu artikel yang berjudul “Di Dalam Islam ‘Wahhabi’.” Hardy sendiri menulis bahwa istilah “Wahhabi” seringkali disalahgunakan untuk tujuan menghina. “Istilah ‘Wahhabi’ seringkali digunakan secara bebas. Media Rusia, sebagai contoh, menggunakan istilah tersebut untuk mencela aktivis Islam di Asia Tengah dan Kaukasus sebagaimana mereka mencela muslim di negara mereka, namun media Barat menggunakan istilah yang samar dan bersifat menghina, yaitu ‘Islam Fundamental’.

20 Agustus, 2010

Dialog Bersama Ikhwani – Syubhat dan Bantahan (V)

Penulis: Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad asy-Syihi
Syubhat dan Tuduhan yang dilontarkan oleh orang-orang Ikhwan
Saudaraku… mudah-mudahan Allah memberi petunjuk kepadamu.
Sesungguhnya, masalah jamaahmu ini adalah sangat unik dan aneh, hal ini dilihat dari cara muamalah di antara anggotanya.
Mereka mengerahkan kesungguhan yang tidak gampang untuk membuat syubhat dan kedustaan, yang terlampau susah untuk membuat syubhat dan kedustaan, yang terlampau susah untuk mencari jalan keluarnya. Kemudian syubhat dan kedustaan tersebut mereka lontarkan kepada orang-orang yang terikat dengan mereka… supaya tetap tinggal dengan mereka dan dikuasai oleh mereka dan oleh otak-otak mereka, kemudian sesudahnya mereka akan tetap bersama kelompok ini dan loyalitas mereka tetap kepada kelompok ini…!

Dialog Bersama Ikhwani – Fatwa Ulama Tentangnya (IV)

Penulis: Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad asy-Syihi
Saudaraku… mudah-mudahan Allah menjagamu. Apakah kamu mendengar perkataan ahli ilmu tentang jamaah yang kamu berada di dalamnya?
Telah ditanya al-Muhadits Syaikh Muqbil al-Waadi’i seorang alim dari negeri Yaman, “Apakah jamaah Ikhwanul Muslimin, Tablighi dan Quthbiyyin (orang-orang yang mengikuti pemikirannya Sayyid Quthub) termasuk Ahlus Sunnah wal Jama’ah atau bukan?”

Dialog Bersama Ikhwani – Penyempalannya (III)

Penulis: Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad asy-Syihhi
Al-Hizbiyyah dan kejelekan-kejelekan tanzhim yang bersifat rahasia
Saudaraku… mudah-mudahan Allah Ta’ala memberikan hidayah dan taufik-Nya kepada apa yang Allah sukai dan Allah ridhai.
Sebenarnya aku menilai sikap hizbiyyah yang sempit dan hidup di jamaahmu, adalah termasuk dari sebab yang paling asasi dan telah menjadikan umat ini dalam firqah-firqah serta kelompok-kelompok.
Barangkali kamu akan keheranan dengan hal ini…
Akan tetapi aku katakan: Kemarilah bersamaku untuk melihat sejauh mana kebenaran penilaianku. Sebelum saya mulai, saya ingin bertanya kepadamu dengan satu pertanyaan.

Dialog Bersama Ikhwani – Kondisi pimpinannya (II)

Penulis: Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad asy-Syihhi
Kondisi sebagian pimpinan kelompok ini dan manhaj mereka
Saudaraku, mudah-mudahan Allah Ta’ala menjagamu… Saya ingin bertanya kepadamu satu pertanyaan, tidak hanya satu, bahkan beberapa pertanyaan.
- Apa yang kamu ketahui tentang jamaah (kelompok) yang kamu ada di dalamnya?
- Apa yang kamu ketahui tentang manhaj dari jamaah ini…?
- Dan apa yang kamu mengerti dari sebagian pimpinan dan pendiri jamaah ini…? Seperti Hasan Al-Banna, Tilmisani, dan … dan …
- Apakah mereka berada dalam al-haq atau tidak?
Jangan kamu tergesa-gesa dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan ini… kenapa? Dikarenakan jika kamu mengatakan kepadaku bahwa mereka dalam al-haq, maka akan saya tanyakan kepadamu: Apa dalilnya…?

Dialog Bersama Ikhwani – Pendahuluan (I)

Penulis: Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad asy-Syihhi
Ketahuilah -mudah-mudahan Allah Ta’ala memberikan taufik kepadamu dengan apa yang dicintai-Nya dan diridhai-Nya- bahwasanya “dialog” yang ada di hadapanmu adalah dialog yang telah dirancang menurut manhaj Ikhwanul Muslimin dalam memberikan kerancuan kepada Ahlus Sunnah wal Jama’ah tanpa bisa mengetahui apa sebenarnya manhaj kelompok ini dan pemimpin-pemimpinnya.

01 Agustus, 2010

Jihad vs Terorisme

Oleh : Al Ustadz Abu Muslih Ari Wahyudi

Di masa kita sekarang ini istilah jihad telah diselewengkan maknanya oleh sebagian kelompok. Menurut mereka aksi-aksi terorisme berupa bom bunuh diri, pembunuhan orang-orang kafir tanpa alasan yang benar, dan menimbulkan kekacauan merupakan bagian dari jihad. Sesungguhnya ini adalah kenyataan yang sangat menyedihkan.

Islam rahmatan lil ‘alamin

Ajaran Islam adalah ajaran yang mendatangkan rahmat bagi umat manusia. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Tidaklah Kami mengutus engkau melainkan sebagai rahmat bagi seluruh umat manusia.” (QS. al-Anbiya’: 107). Ibnu Abbas menerangkan bahwa rahmat tersebut bersifat umum mencakup orang yang baik-baik maupun orang yang jahat. Barang siapa yang beriman kepada beliau -Nabi Muhammad- maka akan sempurnalah rahmatnya di dunia sekaligus di akhirat. Adapun orang yang kufur kepadanya maka hukuman -yang sesungguhnya- akan disisihkan darinya sampai datangnya kematian dan hari kiamat (lihat Zaad al-Masir [4/365] as-Syamilah)