Tampilkan postingan dengan label Ulama dan Fatwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulama dan Fatwa. Tampilkan semua postingan

11 November, 2011

Majalah dan Media Porno

Segala puji hanya milik Allah semata, dam sholawat dan salam atas nabi kita Muhammad dan atas keluarganya dan para sahabatnya.

Dan selanjutnya : Sesungguhnya kaum muslimin dewasa ini telah ditimpa oleh cobaan yang besar. Musibah-musibah telah mengepung mereka dari segala penjuru. Kebanyakan kaum muslimin pun telah terjerumus di dalammya. Kemungkaran di mana-mana dan manusia pun telah terang-terangan berbuat maksiat tanpa ada rasa takut dan malu.

Sebabnya adalah : sikap remeh terhadap agama Allah dan tidak adanya pengagungan terhadap hukum dan ajaran-Nya serta lalainya kebanyakan dari orang orang yang sholeh untuk menegakkan syari’at Allah dan amar makruf dan nahi mungkar. Sesungguhnya tiada solusi bagi kaum muslimin dari bencana dan musibah ini kecuali dengan taubat yang benar kepada Allah Ta’ala dan mengagungi segala perintah dan larangannya. Mencegah tangan-tangan yang jahil dan memberikan sanksi kepada mereka.

19 September, 2010

Apa Itu Kyai ? Julukan Kyai untuk Ulama Perlu Dihapus

Oleh : Ustadz Hartono Ahmad Jaiz
Julukan atau sebutan Kyai atau Kiai atau Kiyahi ( كياهي  ) sering menjadi pertanyaan orang. Apa sebenarnya makna Kyai itu. Dari mana asal muasal nama Kiyai itu. Dan apa sebenarnya ciri-ciri serta hal-hal yang harus dilakukan oleh para Kyai.

Pertanyaan itu lebih mencuat lagi ketika orang-orang yang disebut Kyai atau para Kyai ada yang dinilai berbuat yang di luar jalur kebiasaan, misalnya ada yang  patut diduga sebagai provokator, ada yang jadi pengipas-ngipas suasana dengan memanasi anak buah untuk melawan terhadap lawan-lawan politik, ada yang memanas-manasi untuk mendukung Presiden Gus Dur / Abdurrahman Wahid karena presidennya dari golongan sang Kyai itu, yaitu Nahdlatul Ulama dengan partainya PKB (Partai Kebangkitan Bangsa). Tidak jarang pula ada Kyai yang suka kumpul-kumpul sesamanya, hingga disebut Kyai khos (khusus) yang kaitannya erat dengan soal dukung mendukung terhadap kursi presiden yang sedang diduduki oleh golongannya.

Tetapi di balik itu ada Kyai dogdeng (kebal) yang suka sesumbar bahwa wadyabalanya rata-rata jadug (sakti, tidak mempan senjata tajam). Ada juga Kiyai yang dari zaman Orde Baru pimpinan Presiden Soehartosukanya mendekat-dekat dengan penguasa, bahkan pernah bersama-sama puluhan Kyai dipimpin Nur Iskandar SQ menghadiahi emas beberapa kilogram kepada Presiden Soeharto dengan dalih untuk mengatasi krisis ekonomi/ moneter. Setelah para Kyai itu sowan (hadir dengan penuh ketundukan) ke tempat Presiden Soeharto, justru tak lama kemudian sang Presiden dipaksa turun dengan didemonstrasi oleh puluhan ribu mahasiswa selama dua minggu, hingga ia menyatakan turun dari kursi kepresidenan 1998.

18 September, 2010

Nasihat Syaikh Rabi' bagi Pengelola Situs Internet


Penulis: Asy-Syaikh Al Allamah Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali
بسم الله الرحمن الرحيم

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, shalawat serta salam bagi Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam, keluarga, para sahabatnya dan mereka yang mengikuti petunjuk Beliau.

Amma ba’du
Sesungguhnya dengan sebab perkara yang menimpa Islam dan kaum muslimin berupa kejadian-kejadian yang suram, kehinaan dan keterpurukan di hadapan musuh-musuh Islam. Nasib kaum muslimin di depan musuh-musuhnya bagaikan santapan -di nampan - di hadapan para pemangsanya. Maka kami menyeru kepada para ulama kaum muslimin dan lembaga-lembaga ilmiah di tiap-tiap daerah yang ada di penjuru dunia, juga pemerintah kaum muslimin agar semuanya bertaqwa kepada Allah tentang kondisi ummat dewasa ini.
Hendaklah mereka mengetahui betapa ummat ini terancam mara bahaya, bahkan tertimpa bencana dan malapetaka.

16 September, 2010

Sepenggal Catatan Perjalanan Dari Madinah Hingga Ke Radio Rodja

.: Mendulang Pelajaran Akhlak Dari Syaikh Abdurrozzaq Al-Badr Hafizhahulloh :.


Oleh : Abu Abdil Muhsin Firanda


PROLOG
Semangat beribadah terkadang memudar, semangat menuntut ilmu terkadang menyurut. Padahal, dalil akan keutamaan menuntut ilmu telah banyak dihafalkan. Demikianlah, jiwa terkadang dijangkiti rasa malas dan diserang rasa bosan. 

Sungguh, betapa banyak orang yang akhirnya kembali bersemangat, bahkan lebih bersemangat dari sebelumnya dan terdorong untuk mencapai derajat yang tinggi disebabkan sejarah yang dibacanya, dikarenakan cerita yang didengarnya. Terlebih lagi jika itu adalah cerita teladan yang didengarnya. Terlebih lagi jika itu adalah cerita teladan yang didengarnya atau dibacanya dari orang yang hidup di zamannya.

Terkadang, jiwa tatkala diceritakan sejarah para sahabat atau para salafush shalih maka jiwa tersebut akan berbisik seraya mengeluh, “Itukan cerita orang-orang dulu ? Masanya kan berbeda ? Kita sekarang berada di zaman penuh fitnah, zaman dimana kita sangat membutuhkan materi dan tentunya tidak bisa disamakan dengan zaman salafush shalih”.

Albani Dihujat


Tulisan ini dirangkum dari buku ‘Syaikh Al Albani Dihujat’ karya Ustadz Abu Ubaidah hafizhahullah sebagai rasa kecintaanku terhadap salah seorang Imam ahlus sunnah yaitu Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albani rahimahullah, sang pengibar bendera tauhid dan sunnah, yang mana dakwah beliau selalu dipenuhi dengan cobaan dan rintangan dalam rangka mengembalikan manusia hanya menyembah kepada Allah Ta’ala semata serta dalam rangka menegakkan sunnah Nabi ShallallaHu ‘alayHi wa sallam, dan alhamdulillah dakwah beliau yang mubarakah tersebut telah banyak memberikan manfaat kepada kaum muslimin dan manusia.



“Uhibbush shaalihiina wa lastu minHum
La’allallaHa yarzuqnii shalaahaa”

“Saya mencintai orang-orang shalih sekalipun belum bisa seperti mereka
Semoga Allah Ta’ala lekas memberiku anugerah keshalihan”

31 Agustus, 2010

Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i -rahimahullah

Beliau adalah Muqbil bin Hadi bin Muqbil bin Qanidah Al-Hamadani Al-Wadi’i Al-Khallaaly dari kabilah Aalu Rasyid dan di timur Sha’dah dari lembah Dammaj. Pada permulaan mencari ilmu, beliau belajar pada sebuah jami’ Al-Hadi dan tak ada seorangpun pada waktu itu yang membantunya dalam thalabul ilmi. Selang beberapa waktu beliau pergi menuju Al-Haramain dan Najd. 


Suatu ketika seorang penceramah memberinya nasihat tentang kitab-kitab yang ber-manfaat dan menunjukkannya pada Shahih Bukhari, Bulughul Maram, Riyadlush Shalihin, Fathul Majid dan memberinya satu nuskhah dari Kitab Tauhid. Beliau menekuni dan mempelajari buku-buku tersebut. Beberapa waktu kemudian beliau pulang ke negerinya dan mengingkari setiap apa yang dilihatnya yang menyelisihi tauhid dari penyembelihan yang diperuntukkan selain kepada Allah, membangun kubah di atas kuburan dan berdoa kepada orang-orang yang telah mati. 

30 Agustus, 2010

Kecerdasan Imam Syafi'i yang Luar Biasa dan Tiada Duanya Bersama Para Pendengki

Dihikayatkan bahwa ada sebagian ulama terkemuka di Iraq yang merasa dengki dan iri hati terhadap Imam asy-Syafi’i dan berupaya untuk menjatuhkannya. Hal ini dikarenakan keunggulan Imam asy-Syafi’i atas mereka di dalam ilmu dan hikmah, di samping karena beliau mendapatkan tempat yang khusus di hati para penuntut ilmu sehingga mereka begitu antusias menghadiri majlisnya saja dan merasa begitu puas dengan pendapat dan kapasitas keilmuannya.

Karena itu, para pendengki tersebut bersepakat untuk menjatuhkan Imam asy-Syafi’i. Caranya, mereka akan mengajukan beberapa pertanyaan yang rumit dalam bentuk teka-teki untuk menguji kecerdasannya dan seberapa dalam ilmunya di hadapan sang khalifah yang baik, Harun ar-Rasyid.

20 Agustus, 2010

Fatwa: Ilmu itu Mesti Didatangi

Oleh : asy-Syaikh Ibrohim bin ‘Amir ar-Ruhaili –hafizhohulloh-


Pertanyaan :
Tentang perkataan al-Imam Malik “ilmu itu didatangi dan tidak mendatangi” ketika kholifah Harun ar-Rosyid memintanya untuk mengajari Makmun, ia (al-Imam Malik, pent) berkata : “datanglah ke masjid an-Nabawi” tempat dimana al-Imam Malik mengajar. Apakah ini bertentangan dengan perkataan kita tadi bahwa seorang da’i datang kepada mad’u (orang yang didakwahi) ?

16 Agustus, 2010

Tanya Jawab Bersama Ulama Markaz Imam Albani


TANYA JAWAB  Bersama Masyaikh Markaz Imam Albani
Pada Dauroh Ilmiyyah bagi du’at Salafiyyah, tanggal 17-21 Maret 2002 
Diselenggarakan oleh Ma’had Ali Al-Irsyad As-Salafi Surabaya
===========
PERTANYAAN :
Apa pendapat anda dalam menanggapi masalah qiyas, apakah dia termasuk salah satu sumber selain Alquran dan as-Sunnah ?

Syaikh Masyhur Salman menjawab :
Masalah ini adalah permasalahan yang banyak membuat sesorang keliru pemahamannya dan tergelincir, namun jawaban yang rajih bahwa syariat ini memiliki illat (sebab dibuatnya hukum-pent)yang mu’tabarah (dianggap). Sebagaimana yang tertulis dalam surat Umar kepada Abu Musa Al-As’ari yang berbunyi: “Kenalilah sesuatu dengan hal-hal yang serupa dengannya maka engkau akan mengetahui kebenaran”.

Transkrip Tanya Jawab Syaikh Albani : Lemah Lembut (3/3)

APA PENDAPAT ANDA TENTANG NASHIR AL-UMAR DAN BANTAHANNYA TERHADAP AS-SAQQAF KEMUDIAN DIA MEMBICARAKAN AS-SAQQAF


Penanya kedua: Saya mengetahui bahwa Syaikh Nashir al-Umar mengunjungi anda baru-baru ini.
Syaikh: Iya.
Penanya kedua: Bagaimana kunjungannya, dan apa kesan Anda terhadap Syaikh Umar?
Syaikh: Terhadap siapa?
Penanya kedua: Terhadap Syaikh Nashir al-Umar.
Syaikh: MasyaaAllah, sebaik-baik lelaki, penuntut ilmu yang kuat, dan yang nampak bagi kami – dan kami tidak mentazkiyah seorang pun atas nama Allah – dia orang yang berlepas dari hawa nafsu.
Penanya kedua: Alhamdulillah.

Transkrip Tanya Jawab Syaikh Albani : Lemah Lembut (2/3)

PERMINTAAN KEPADA SYAIKH AGAR MENASIHATI MEREKA UNTUK MENETAPI SIKAP LEMAH LEMBUT DALAM DAKWAH ILALLAH


Penanya: Wahai Syaikh, banyak di antara kalangan Salafiyun yang menggunakan sikap keras dan tidak menggunakan sikap lembut. Mereka menggunakan sikap keras tidak pada tempatnya. Dan mereka tidak menggunakan sikap lembut pada tempatnya. Jumlah mereka tidaklah sedikit. Kami katakan semua kelompok melakukan seperti ini, akan tetapi mereka tidaklah sedikit. Dalam pertanyaanku ini aku tidak ingin menyamakan Salafiyun dengan kelompok-kelompok lain. Tidak penting bagiku urusan kelompok yang lain. Yang penting bagiku adalah urusannya Salafiyun.

Transkrip Tanya Jawab Syaikh Albani : Lemah Lembut (1/3)

APA HUKUM BERSIKAP LEMAH LEMBUT DALAM DAKWAH?


Penanya: Wahai Syaikh, ini ada pertanyaan tentang dakwah. Sikap lemah lembut, ramah dan halus adalah termasuk sunah yang benar dari Nabi – shollallohu ‘alaihi wa sallam –
Syaikh: Begitulah.
Penanya : Apakah dalam dakwah wajib ada sikap lemah lembut dan harus dilaksanakan, ataukah hal itu mustahab (hukumnya -pent)?
Syaikh: Hal itu hukumnya wajib.
Penanya: Baiklah, pertanyaan tadi ada maksudnya, ada tujuannya.
Syaikh: Di balik bukit pasti ada sesuatu, baiklah.

Nasihat Syaikh Rabi' Pada Pertemuan Salafiyin di Qatar

بسم الله الرحمن الرحيم
Setelah hamdalah dan shalawat serta salam kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, beliau berkata:
Pada pertemuan ini saya ingin berbicara bersama saudara-saudaraku dan orang-orang yang aku cintai karena Allah seputar perkara-perkara yang bermanfaat bagiku –insyaAllah- dan bermanfaat bagi mereka (juga) di kehidupan dunia ini dan (kehidupan) akhirat (kelak)

11 Agustus, 2010

Syaikh Al Albani dan Pendengkinya dari Indonesia






Seorang ulama besar abad ini dari Dammaj, Yaman, Syaikh Muqbil bin Hadi AI-Wadi’i rahimahullahu berkata: “…Sesungguhnya Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albaani, tidak ada tandingannya dalam ilmu hadits. Ilmu dan karya beliau memberi manfaat bagi kaum muslimin lebih banyak daripada yang dihasilkan oleh orang-orang yang punya semangat tapi jahil, yaitu para aktifis harakah Islam. Menurut keyakinanku, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albaani termasuk mujaddid yang telah dikabarkan oleh Rasulullah (shallallahu’alaihi wasalam) dalam hadits beliau: “Sesungguhnya Allah membangkitkan pada setiap awal kurun seorang mujaddid yang memurnikan kembali ajaran agama”. Hadits riwayat Abu Dawud dan dishahihkan oleh Al-Iraaqi dan lainnya.