Tampilkan postingan dengan label Masyaikh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masyaikh. Tampilkan semua postingan

16 September, 2010

Sepenggal Catatan Perjalanan Dari Madinah Hingga Ke Radio Rodja

.: Mendulang Pelajaran Akhlak Dari Syaikh Abdurrozzaq Al-Badr Hafizhahulloh :.


Oleh : Abu Abdil Muhsin Firanda


PROLOG
Semangat beribadah terkadang memudar, semangat menuntut ilmu terkadang menyurut. Padahal, dalil akan keutamaan menuntut ilmu telah banyak dihafalkan. Demikianlah, jiwa terkadang dijangkiti rasa malas dan diserang rasa bosan. 

Sungguh, betapa banyak orang yang akhirnya kembali bersemangat, bahkan lebih bersemangat dari sebelumnya dan terdorong untuk mencapai derajat yang tinggi disebabkan sejarah yang dibacanya, dikarenakan cerita yang didengarnya. Terlebih lagi jika itu adalah cerita teladan yang didengarnya. Terlebih lagi jika itu adalah cerita teladan yang didengarnya atau dibacanya dari orang yang hidup di zamannya.

Terkadang, jiwa tatkala diceritakan sejarah para sahabat atau para salafush shalih maka jiwa tersebut akan berbisik seraya mengeluh, “Itukan cerita orang-orang dulu ? Masanya kan berbeda ? Kita sekarang berada di zaman penuh fitnah, zaman dimana kita sangat membutuhkan materi dan tentunya tidak bisa disamakan dengan zaman salafush shalih”.

Albani Dihujat


Tulisan ini dirangkum dari buku ‘Syaikh Al Albani Dihujat’ karya Ustadz Abu Ubaidah hafizhahullah sebagai rasa kecintaanku terhadap salah seorang Imam ahlus sunnah yaitu Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albani rahimahullah, sang pengibar bendera tauhid dan sunnah, yang mana dakwah beliau selalu dipenuhi dengan cobaan dan rintangan dalam rangka mengembalikan manusia hanya menyembah kepada Allah Ta’ala semata serta dalam rangka menegakkan sunnah Nabi ShallallaHu ‘alayHi wa sallam, dan alhamdulillah dakwah beliau yang mubarakah tersebut telah banyak memberikan manfaat kepada kaum muslimin dan manusia.



Uhibbush shaalihiina wa lastu minHum
La’allallaHa yarzuqnii shalaahaa”

Saya mencintai orang-orang shalih sekalipun belum bisa seperti mereka
Semoga Allah Ta’ala lekas memberiku anugerah keshalihan”

20 Agustus, 2010

Romadhon, Bulan Penuh Berkah

Transkrip Ceramah Syaikh Abdullah al-Ghudayan (Rahimahullah)

Mukadimah singkat dari Syaikh.
Syaikh memulai dengan memuji Allah, Rabb semesta alam, dan mengirim shalawat kepada Nabi dan Rasul yang mulia, Nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wasallam, dan keluarganya, dan para sahabatnya.

Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu” (QS Al-Baqarah [2] : 183-184)

Fatwa: Ilmu itu Mesti Didatangi

Oleh : asy-Syaikh Ibrohim bin ‘Amir ar-Ruhaili –hafizhohulloh-


Pertanyaan :
Tentang perkataan al-Imam Malik “ilmu itu didatangi dan tidak mendatangi” ketika kholifah Harun ar-Rosyid memintanya untuk mengajari Makmun, ia (al-Imam Malik, pent) berkata : “datanglah ke masjid an-Nabawi” tempat dimana al-Imam Malik mengajar. Apakah ini bertentangan dengan perkataan kita tadi bahwa seorang da’i datang kepada mad’u (orang yang didakwahi) ?

16 Agustus, 2010

Tanya Jawab Bersama Ulama Markaz Imam Albani


TANYA JAWAB  Bersama Masyaikh Markaz Imam Albani
Pada Dauroh Ilmiyyah bagi du’at Salafiyyah, tanggal 17-21 Maret 2002 
Diselenggarakan oleh Ma’had Ali Al-Irsyad As-Salafi Surabaya
===========
PERTANYAAN :
Apa pendapat anda dalam menanggapi masalah qiyas, apakah dia termasuk salah satu sumber selain Alquran dan as-Sunnah ?

Syaikh Masyhur Salman menjawab :
Masalah ini adalah permasalahan yang banyak membuat sesorang keliru pemahamannya dan tergelincir, namun jawaban yang rajih bahwa syariat ini memiliki illat (sebab dibuatnya hukum-pent)yang mu’tabarah (dianggap). Sebagaimana yang tertulis dalam surat Umar kepada Abu Musa Al-As’ari yang berbunyi: “Kenalilah sesuatu dengan hal-hal yang serupa dengannya maka engkau akan mengetahui kebenaran”.

Transkrip Tanya Jawab Syaikh Albani : Lemah Lembut (3/3)

APA PENDAPAT ANDA TENTANG NASHIR AL-UMAR DAN BANTAHANNYA TERHADAP AS-SAQQAF KEMUDIAN DIA MEMBICARAKAN AS-SAQQAF


Penanya kedua: Saya mengetahui bahwa Syaikh Nashir al-Umar mengunjungi anda baru-baru ini.
Syaikh: Iya.
Penanya kedua: Bagaimana kunjungannya, dan apa kesan Anda terhadap Syaikh Umar?
Syaikh: Terhadap siapa?
Penanya kedua: Terhadap Syaikh Nashir al-Umar.
Syaikh: MasyaaAllah, sebaik-baik lelaki, penuntut ilmu yang kuat, dan yang nampak bagi kami – dan kami tidak mentazkiyah seorang pun atas nama Allah – dia orang yang berlepas dari hawa nafsu.
Penanya kedua: Alhamdulillah.

Transkrip Tanya Jawab Syaikh Albani : Lemah Lembut (2/3)

PERMINTAAN KEPADA SYAIKH AGAR MENASIHATI MEREKA UNTUK MENETAPI SIKAP LEMAH LEMBUT DALAM DAKWAH ILALLAH


Penanya: Wahai Syaikh, banyak di antara kalangan Salafiyun yang menggunakan sikap keras dan tidak menggunakan sikap lembut. Mereka menggunakan sikap keras tidak pada tempatnya. Dan mereka tidak menggunakan sikap lembut pada tempatnya. Jumlah mereka tidaklah sedikit. Kami katakan semua kelompok melakukan seperti ini, akan tetapi mereka tidaklah sedikit. Dalam pertanyaanku ini aku tidak ingin menyamakan Salafiyun dengan kelompok-kelompok lain. Tidak penting bagiku urusan kelompok yang lain. Yang penting bagiku adalah urusannya Salafiyun.

Transkrip Tanya Jawab Syaikh Albani : Lemah Lembut (1/3)

APA HUKUM BERSIKAP LEMAH LEMBUT DALAM DAKWAH?


Penanya: Wahai Syaikh, ini ada pertanyaan tentang dakwah. Sikap lemah lembut, ramah dan halus adalah termasuk sunah yang benar dari Nabi – shollallohu ‘alaihi wa sallam –
Syaikh: Begitulah.
Penanya : Apakah dalam dakwah wajib ada sikap lemah lembut dan harus dilaksanakan, ataukah hal itu mustahab (hukumnya -pent)?
Syaikh: Hal itu hukumnya wajib.
Penanya: Baiklah, pertanyaan tadi ada maksudnya, ada tujuannya.
Syaikh: Di balik bukit pasti ada sesuatu, baiklah.

Nasihat Syaikh Rabi' Pada Pertemuan Salafiyin di Qatar

بسم الله الرحمن الرحيم
Setelah hamdalah dan shalawat serta salam kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, beliau berkata:
Pada pertemuan ini saya ingin berbicara bersama saudara-saudaraku dan orang-orang yang aku cintai karena Allah seputar perkara-perkara yang bermanfaat bagiku –insyaAllah- dan bermanfaat bagi mereka (juga) di kehidupan dunia ini dan (kehidupan) akhirat (kelak)