Tampilkan postingan dengan label Tazkiyatun Nufus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tazkiyatun Nufus. Tampilkan semua postingan

27 Oktober, 2011

Manfaat Menahan Mata

Oleh : Al-Ustadzah Ummu Ishaq Zulfa Husen Al-Atsariyyah


Mata dan qalbu senantiasa berhubungan. Jika salah satunya baik, maka akan baik pula yang lainnya. Maka menjaga mata merupakan sesuatu yang mesti kita lakukan agar qalbu merasakan banyak manfaat darinya.

Saudariku muslimah… semoga Allah subhanahu wa ta'ala memberkahimu.

Dalam edisi yang lalu, kita telah mengetahui aturan syariat dalam masalah menahan pandangan mata. Berikut ini untuk menambah semangat dalam mengamalkan aturan syariat tersebut, kita nukilkan -secara ringkas- uraian yang diberikan oleh Al-Imam Al-Allamah Al-Hafizh Syamsuddin Abu Abdillah Muhammad bin Asy-Syaikh Taqiyuddin Abu Bakr, yang lebih dikenal dengan Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah t, tentang manfaat menahan pandangan mata dalam kitabnya yang sangat bernilai Ad-Da`u wad Dawa`atau Al-Jawabul Kafi liman Sa`ala ‘anid Dawa`isy Syafi.

18 September, 2010

Waspadai Jerat Jaring Sosial dalam Ibadah

Penulis : Abu Abdillah Suparjan Al Jawiyyah
Tidak sedikit di antara kita yang menuliskan pada statusnya di FaceBook: " Tahajjud sudah, dzikir sudah, baca al-Qur'an sudah. Sekarang apalagi ya?" Atau, ada lagi yang menuliskan bahwa dia sudah makan ini dan minum itu untuk sahur, agar diketahui orang lain bahwa dia sedang mengerjakan amal shalih puasa sunnah. Subhanallah...!!

17 September, 2010

Maksiat Menggelapkan Hati

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Setiap hari tidak bosan-bosannya kita melakukan maksiat. Aurat terus diumbar, tanpa pernah sadar untuk mengenakan jilbab dan menutup aurat yang sempurna. Shalat 5 waktu yang sudah diketahui wajibnya seringkali ditinggalkan tanpa pernah ada rasa bersalah. Padahal meninggalkannya termasuk dosa besar yang lebih besar dari dosa zina. Saudara muslim jadi incaran untuk dijadikan bahan gunjingan (alias “ghibah”). Padahal sebagaimana daging saudaranya haram dimakan, begitu pula dengan kehormatannya, haram untuk dijelek-jelekkan di saat ia tidak mengetahuinya. Gambar porno jadi bahan tontonan setiap kali browsing di dunia maya. Tidak hanya itu, yang lebih parah, kita selalu jadi budak dunia, sehingga ramalan primbon tidak bisa dilepas, ngalap berkah di kubur-kubur wali atau habib jadi rutinitas, dan jimat pun sebagai penglaris dan pemikat untuk mudah dapatkan dunia. Hati ini pun tak pernah kunjung sadar.

16 September, 2010

Taubat, Sebuah Nasihat untuk Semua

Oleh : Syaikh Hamud At Tuwaijiry

Iman seorang muslim terkadang melemah sehingga terkadang ia dikuasai hawa nafsunya, syetan merayunya untuk berbuat maksiat maka ia berbuat dzalim terhadap dirinya sendiri, menjerumuskan dirinya pada sesuatu yang diharamkan Allah. Allah Maha Pengasih terhadap hamba-hamba-Nya dan rahmat Allah amat luas mencakup segala sesuatu, maka barangsiapa yang bertaubat setelah melakukan kedzalimanm maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya dan mengampuninya sebagaimana firman-Nya ”Maka barangsiapa bertaubat (diantara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Al Maidah : 39)

14 September, 2010

Sibuk Memikirkan Aib Sendiri

Segala puji bagi Allah, Rabb yang telah menunjuki jalan pada bersihnya hati. Sungguh beruntung orang yang mau mensucikan hatinya. Sungguh merugi orang yang mengotori hatinya. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Mengapa diri ini selalu menyibukkan diri dengan membicarakan aib orang lain, sedangkan ‘aib besar yang ada di depan mata tidak diperhatikan. Akhirnya diri ini pun sibuk menggunjing, membicarakan ‘aib saudaranya padahal ia tidak suka dibicarakan. Jika dibanding-bandingkan diri kita dan orang yang digunjing, boleh jadi dia lebih mulia di sisi Allah.

04 September, 2010

Gelisah Karena BBM Naik

Penulis : Al Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron


Naiknya harga bahan bakar minyak –bensin, solar, dan minyak tanah- menimbulkan keresahan bagi semua lapisan masyarakat terutama saudara kita yang berpenghasilan kecil. Mereka mengeluh dan bingung mengatur perekonomian rumah tangganya. Naiknya harga bahan bakar jelas mempengaruhi harga kebutuhan pokok.
Menyikapi peristiwa ini, sebagian orang tidak dapat menahan emosi dan kemarahannya. Diantara mereka ada yang mengadakan demonstrasi, perusakann, ataupun kritik terhadap pemerintah. Tindakan-tindakan ini tidaklah menyelesaikan perkara. Bahkan, boleh jadi memperumit dan menambah masalah.

31 Agustus, 2010

Obat Penyakit Riya

Oleh : Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas 

Bila diketahui bahwa riya' itu dapat menggugurkan pahala amal sekaligus merusaknya dan mendatangkan kemurkaan Allah, maka harus ada usaha yang serius untuk mengenyahkannya. Mengobati penyakit riya' terdiri dari ilmu dan amal. Rasanya memang pahit, tetapi hasilnya lebih manis daripada madu. Obat tersebut adalah : 

a. Mengetahui Macam-Macam Tauhid Yang Mengandung Kebesaran Allah Ta'ala (Tauhid Rububiyyah, Uluhiyyah Dan Asma' Wa Shifat).[2]

RIYA DAN BAHAYANYA

Oleh : Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ z قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ يَقُوْلُ : إِنَّ اَوَّلَ النَّاسِ يُقْضَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَيْهِ رَجُلٌ اسْتُشْهِدَ فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَعَهَا, قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ فِيْهَا؟ قَالَ: قَاتَلْتُ فِيْكَ حَتَّى اسْتُشْهِدْتُ قَالَ: كَذَبْتَ وَلَكِنَّكَ قَاتَلْتَ ِلأَنْ يُقَالَ جَرِيْءٌ, فَقَدْ قِيْلَ ، ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى اُلْقِيَ فيِ النَّارِ, وَرَجُلٌ تَعَلَّمَ الْعِلْمَ وَعَلَّمَهُ وَقَرَأََ اْلقُرْآنَ فَأُُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَعَهَا, قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ فِيْهَا؟ قَالَ: تَعَلَّمْتُ الْعِلْمَ وَعَلَّمْتُهُ وَقَرَأْتُ فِيْكَ اْلقُرْآنَ, قَالَ:كَذَبْتَ, وَلَكِنَّكَ تَعَلَّمْتَ الْعِلْمَ لِيُقَالَ: عَالِمٌ وَقَرَأْتَ اْلقُرْآنَ لِيُقَالَ هُوَ قَارِىءٌٌ ، فَقَدْ قِيْلَ ، ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى اُلْقِيَ فيِ النَّارِ, وَرَجُلٌ وَسَّعَ اللهُ عَلَيْهِ وَاَعْطَاهُ مِنْ اَصْْنَافِ الْمَالِ كُلِّهِ فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا, قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ فِيْهَا؟ قَالَ: مَاتَرَكْتُ مِنْ سَبِيْلٍ تُحِبُّ أَنْ يُنْفَقَ فِيْهَا إِلاَّ أَنْفَقْتُ فِيْهَا لَكَ, قَالَ: كَذَبْتَ ، وَلَكِنَّكَ فَعَلْتَ لِيُقَالَ هُوَ جَوَادٌ فَقَدْ قِيْلَ, ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ ثُمَّ أُلْقِيَ فِي النَّارِ. رواه مسلم (1905) وغيره 

Dari Abi Hurairah Radhiyallahu 'anhu, ia berkata, aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

13 Agustus, 2010

Realitas Kaum Multazim

Oleh : Syaikh Muhammad Husain Ya’qub

Krisis kita banyak sekali, yang terparah adalah solusi krisi itu dekat sekali, tapi tak bisa kita raih, bak tikus mati kelaparan di lumbung penuh gabah.

Saudaraku di jalan Allah, multazim adalah orang yang beriltizam, ber-azzam dgn kuat, orang yang telah insaf dan bertobat dari masa lalunya yang gelap, lalu bertekad untuk menjalankan Islam secara murni dan konsekuen.